Anos Yeremias: Tambah Trayek Kapal Perintis Jangan Sekadar Tambah Pelabuhan

Anos Yeremias: Tambah Trayek Kapal Perintis Jangan Sekadar Tambah Pelabuhan - Hallo sahabat Sindonews, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Anos Yeremias: Tambah Trayek Kapal Perintis Jangan Sekadar Tambah Pelabuhan, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita Berita, Artikel Berita dini hari, Artikel Berita hangat, Artikel Berita harga, Artikel Berita hari ini, Artikel Berita islam, Artikel Berita jalanan, Artikel Berita kemarin, Artikel Berita malam ini, Artikel Berita politik, Artikel Berita terbaru, Artikel Berita war, Artikel ini Berita, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Anos Yeremias: Tambah Trayek Kapal Perintis Jangan Sekadar Tambah Pelabuhan
link : Anos Yeremias: Tambah Trayek Kapal Perintis Jangan Sekadar Tambah Pelabuhan

Baca juga


Anos Yeremias: Tambah Trayek Kapal Perintis Jangan Sekadar Tambah Pelabuhan


AMBON - BERITA MALUKU.
Persoalan konektivitas antarpulau di Maluku tidak cukup diselesaikan dengan memperbanyak pelabuhan yang disinggahi kapal perintis. Di tengah kondisi geografis Maluku yang didominasi wilayah kepulauan, penambahan trayek harus dibarengi dengan kesiapan armada dan pengaturan pelayaran agar pelayanan kepada masyarakat tidak justru semakin jarang.


Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, meminta masyarakat melihat persoalan pelayanan kapal perintis secara utuh. Menurutnya, aspirasi warga untuk menambah trayek, memperbanyak pelabuhan singgah maupun meningkatkan frekuensi pelayaran merupakan hal yang sangat wajar.


"Semua harapan itu sangat wajar. Sebagai orang yang berasal dan hidup di daerah kepulauan, beta sangat memahami bahwa kapal bagi masyarakat Maluku bukan sekadar alat transportasi," kata Anos, Kamis (13/8/2026).


Namun, Anos mengingatkan karakter geografis Maluku membuat pengelolaan konektivitas laut memiliki tantangan tersendiri. Berbeda dengan wilayah yang memiliki jaringan jalan darat luas, masyarakat di banyak pulau di Maluku sangat bergantung pada transportasi laut untuk mobilitas orang maupun barang.


Ia menjelaskan, saat ini terdapat empat pangkalan kapal perintis di Maluku, yakni Ambon, Tual, Dobo, dan Saumlaki. Dari empat pangkalan tersebut terdapat 18 trayek yang melayani berbagai wilayah kepulauan.


Menurut Anos, setiap trayek memiliki rute dan jadwal pelayaran yang harus disesuaikan dengan ketersediaan kapal. Karena itu, rencana penambahan trayek tidak dapat dilakukan hanya dengan memasukkan sejumlah nama pelabuhan baru ke dalam rute pelayaran.


"Menambah trayek tidak cukup hanya dengan menambahkan nama pelabuhan," ujarnya.


Ia menjelaskan, apabila jumlah armada tidak bertambah sementara titik singgah dalam satu rute terus diperbanyak, waktu yang dibutuhkan kapal untuk menyelesaikan satu kali perjalanan atau voyage akan semakin panjang.


Situasi tersebut justru dapat berdampak pada frekuensi pelayanan. Masyarakat berpotensi harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan kapal berikutnya karena satu kapal membutuhkan waktu lebih panjang untuk menyelesaikan seluruh rute.


"Jangan sampai katong berhasil menambah banyak titik pelayanan, tetapi frekuensi kapal justru semakin berkurang," kata Anos.


Karena itu, ia mendorong agar pembenahan pelayanan kapal perintis di Maluku dilakukan secara menyeluruh. Penambahan trayek, kata dia, harus berjalan beriringan dengan kecukupan armada, pengaturan jadwal, waktu tempuh serta pemetaan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah pelayanan.


Anos menilai konektivitas laut merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat Maluku. Kondisi geografis yang terdiri atas banyak pulau menjadikan transportasi laut sebagai salah satu penghubung utama antardaerah, khususnya bagi wilayah yang belum memiliki pilihan transportasi alternatif.


Menurut dia, keberhasilan pelayanan kapal perintis tidak semata-mata ditentukan oleh berapa banyak pelabuhan yang dapat disinggahi. Hal yang tidak kalah penting adalah seberapa rutin, terukur dan efektif masyarakat memperoleh akses transportasi laut.


Dengan demikian, Anos berharap kebijakan penambahan trayek tidak hanya berorientasi pada bertambahnya titik pelayanan, tetapi juga memastikan kapal tersedia dengan jadwal yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan Maluku.




Demikianlah Artikel Anos Yeremias: Tambah Trayek Kapal Perintis Jangan Sekadar Tambah Pelabuhan

Sekianlah artikel Anos Yeremias: Tambah Trayek Kapal Perintis Jangan Sekadar Tambah Pelabuhan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Anos Yeremias: Tambah Trayek Kapal Perintis Jangan Sekadar Tambah Pelabuhan dengan alamat link https://siindonews.blogspot.com/2026/08/anos-yeremias-tambah-trayek-kapal.html