Tolak Ikut Pencarian Dana, Pendeta dan Istri di Nagha II Diduga Dianiaya Jemaat Sendiri

Tolak Ikut Pencarian Dana, Pendeta dan Istri di Nagha II Diduga Dianiaya Jemaat Sendiri - Hallo sahabat Sindonews, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Tolak Ikut Pencarian Dana, Pendeta dan Istri di Nagha II Diduga Dianiaya Jemaat Sendiri, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita Berita, Artikel Berita dini hari, Artikel Berita hangat, Artikel Berita harga, Artikel Berita islam, Artikel Berita jalanan, Artikel Berita kemarin, Artikel Berita malam ini, Artikel Berita politik, Artikel Berita terbaru, Artikel Berita war, Artikel ini Berita, Artikel Berita hari ini, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Tolak Ikut Pencarian Dana, Pendeta dan Istri di Nagha II Diduga Dianiaya Jemaat Sendiri
link : Tolak Ikut Pencarian Dana, Pendeta dan Istri di Nagha II Diduga Dianiaya Jemaat Sendiri

Baca juga


Tolak Ikut Pencarian Dana, Pendeta dan Istri di Nagha II Diduga Dianiaya Jemaat Sendiri

 


SANGIHE, Elnusanews  – Aksi kekerasan menimpa seorang pemuka agama dan istrinya di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pdt. Jems Nayoan dari Gereja Advent Hari Ketujuh beserta sang istri diduga menjadi korban penganiayaan oleh jemaatnya sendiri berinisial TK, di Kampung Nagha II, Kecamatan Tamako, pada Sabtu (4/4/2026).

Insiden ini dipicu oleh perbedaan pandangan terkait kegiatan pencarian dana di Manado. Pdt. Jems menyatakan dirinya menolak terlibat dalam kegiatan tersebut karena dinilai tidak sesuai, yang kemudian berujung pada tindakan represif dari pelaku.

"Saya mendapat tekanan karena tidak ikut kegiatan pencarian dana. Bahkan, pelaku sempat berupaya mengusir saya dari gereja," ungkap Jems saat memberikan keterangan.

Menurut Pdt. Jems, penolakan tersebut sebenarnya juga disuarakan oleh beberapa jemaat lain. Namun, situasi memanas hingga terjadi kontak fisik. Istri sang pendeta dikabarkan didorong hingga terjatuh dan kepalanya membentur lantai beton.

"Akibatnya, bagian belakang kepala istri saya mengalami pembengkakan," tambahnya. 

Selain kekerasan fisik, pdt. Jems mengaku adanya upaya pengusiran paksa terhadap dirinya dari lingkungan gereja.

Merespons kejadian tersebut, korban telah resmi melapor ke Polsek Tamako. Kapolsek Tamako, AKP Meldy Roring.SH, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan tersebut dengan bukti Laporan Polisi nomor LP/B/…../IV/2026/SPKT/Polsek Tamako/Polres Kepulauan Sangihe/Polda Sulut.

"Laporan sudah kami terima dan terdapat indikasi kekerasan fisik yang diperkuat dengan hasil visum," ujar Kapolsek, Minggu (5/4/2026).

Pihak kepolisian menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi dan pihak terkait segera setelah hari libur usai. 

Pelaku yang diduga merupakan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut terancam diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Kami pastikan kasus ini akan ditindaklanjuti sesuai prosedur. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan. Setiap permasalahan sebaiknya diselesaikan melalui dialog," tegas Kapolsek.


(OpMud)



Demikianlah Artikel Tolak Ikut Pencarian Dana, Pendeta dan Istri di Nagha II Diduga Dianiaya Jemaat Sendiri

Sekianlah artikel Tolak Ikut Pencarian Dana, Pendeta dan Istri di Nagha II Diduga Dianiaya Jemaat Sendiri kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Tolak Ikut Pencarian Dana, Pendeta dan Istri di Nagha II Diduga Dianiaya Jemaat Sendiri dengan alamat link https://siindonews.blogspot.com/2026/04/tolak-ikut-pencarian-dana-pendeta-dan.html