Satu Ritme Iman dan Budaya: Saat Bupati Thungari ‘Larut’ dalam Sakralnya Tulude Nazaret Lesa

Satu Ritme Iman dan Budaya: Saat Bupati Thungari ‘Larut’ dalam Sakralnya Tulude Nazaret Lesa - Hallo sahabat Sindonews, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Satu Ritme Iman dan Budaya: Saat Bupati Thungari ‘Larut’ dalam Sakralnya Tulude Nazaret Lesa, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita Berita, Artikel Berita dini hari, Artikel Berita hangat, Artikel Berita harga, Artikel Berita islam, Artikel Berita jalanan, Artikel Berita kemarin, Artikel Berita malam ini, Artikel Berita politik, Artikel Berita terbaru, Artikel Berita war, Artikel ini Berita, Artikel Berita hari ini, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Satu Ritme Iman dan Budaya: Saat Bupati Thungari ‘Larut’ dalam Sakralnya Tulude Nazaret Lesa
link : Satu Ritme Iman dan Budaya: Saat Bupati Thungari ‘Larut’ dalam Sakralnya Tulude Nazaret Lesa

Baca juga


Satu Ritme Iman dan Budaya: Saat Bupati Thungari ‘Larut’ dalam Sakralnya Tulude Nazaret Lesa


Sangine, Elnusanews - Suasana sakral menyelimuti Jemaat GMIST Nazaret Lesa pada Kamis (5/2/2026). Tabuhan tambur dan nyanyian syukur membahana, menandai digelarnya perayaan adat Tulude. Di tengah kekhusyukan itu, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., tampak hadir dan larut dalam harmoni tradisi yang menjadi warisan luhur di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Tulude bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah titik temu antara dimensi ketuhanan dan kemanusiaan. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Michael Thungari dalam sambutannya yang menyentuh sisi spiritualitas dan kebanggaan daerah.

"Tulude mengajarkan kita untuk berhenti sejenak, merefleksikan perjalanan hidup, mengenang proses perjuangan, dan mensyukuri berkat Tuhan dalam masa suka maupun duka," ujar Bupati di hadapan jemaat.

Kehadiran Bupati kali ini terasa kian istimewa. Pasalnya, perayaan di Nazaret Lesa ini menjadi rangkaian penguat setelah sebelumnya Pemerintah Kabupaten sukses menggelar syukur adat Tulude dalam rangka HUT Daerah Sangihe ke-601 pada akhir Januari lalu.

Dalam sambutannya , Bupati Michael Thungari memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jemaat yang tetap setia menjaga "nadi" budaya di tengah arus modernisasi. Baginya, Tulude adalah perjumpaan batin yang sakral—sebuah momentum di mana manusia berdamai dengan sesama, alam, dan sejarah para leluhur.

“Kehadiran saya di sini adalah sebuah kehormatan besar. Apa yang kita saksikan hari ini adalah hasil dari gagasan kebersamaan dan kerja tulus seluruh warga jemaat,” ungkapnya dengan nada penuh apresiasi.

Ia pun berpesan agar nilai-nilai Tulude tidak berhenti pada perayaan fisik semata, melainkan diwujudkan dalam semangat gotong royong untuk membangun Sangihe yang lebih maju dan sejahtera.

Ketua Panitia, Jhon Alvian Manossoh, S.E., tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas kehadiran pimpinan daerah di tengah-tengah mereka. Menurutnya, kehadiran Bupati merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian adat yang berakar pada iman.

“Di tengah kesibukan yang padat, Bapak Bupati tetap meluangkan waktu hadir bersama kami. Ini adalah hari yang istimewa bagi Jemaat GMIST Nazaret Lesa,” kata Manossoh dengan penuh rasa syukur.

Perayaan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa pengharapan, mengukuhkan tekad jemaat untuk melangkah ke masa depan dengan semangat satu ritme: iman yang teguh dan budaya yang terjaga.


(OpMud)



Demikianlah Artikel Satu Ritme Iman dan Budaya: Saat Bupati Thungari ‘Larut’ dalam Sakralnya Tulude Nazaret Lesa

Sekianlah artikel Satu Ritme Iman dan Budaya: Saat Bupati Thungari ‘Larut’ dalam Sakralnya Tulude Nazaret Lesa kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Satu Ritme Iman dan Budaya: Saat Bupati Thungari ‘Larut’ dalam Sakralnya Tulude Nazaret Lesa dengan alamat link https://siindonews.blogspot.com/2026/02/satu-ritme-iman-dan-budaya-saat-bupati.html