Judul : Bapelitbangda Sangihe Dorong Digitalisasi: Musrenbang Daring Hemat Anggaran Ratusan Juta
link : Bapelitbangda Sangihe Dorong Digitalisasi: Musrenbang Daring Hemat Anggaran Ratusan Juta
Bapelitbangda Sangihe Dorong Digitalisasi: Musrenbang Daring Hemat Anggaran Ratusan Juta
Sangihe, Elnusanews - Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Kepulauan Sangihe melakukan terobosan besar dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun anggaran 2027. Dengan mengedepankan digitalisasi, Pemkab Sangihe berhasil memangkas anggaran operasional hingga ratusan juta rupiah.
Kepala Bapelitbangda Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Izaak, mengungkapkan bahwa efisiensi ini merupakan dampak langsung dari peralihan metode Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari luring (offline) ke daring (online) menggunakan aplikasi Zoom Meeting.
"Dari pelaksanaan Musrenbang di 15 kecamatan yang biasanya memakan waktu 8 hingga 10 hari, kini cukup 3 hari saja dengan hasil yang sama efektifnya. Yang paling signifikan adalah efisiensi anggaran mencapai Rp300 juta hingga Rp350 juta," ujar Izaak saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/2/2026).
Izaak menjelaskan, penghematan tersebut berasal dari pemotongan biaya makan minum dan operasional lainnya. Dana yang efisien ini disarankan agar dialihkan oleh para Camat untuk membiayai program-program kewilayahan yang selama ini belum terakomodir dalam penganggaran reguler.
Guna mendukung kelancaran digitalisasi ini, Bapelitbangda mendorong pengadaan prasarana internet di setiap kecamatan, terutama penggunaan teknologi satelit Starlink.
"Starlink terbukti cukup stabil dan akan sangat berdampak positif pada kinerja pelayanan publik di tingkat kecamatan ke depannya," tambahnya.
Melanjutkan tahapan perencanaan, Bapelitbangda menjadwalkan pelaksanaan Forum Perangkat Daerah pada Jumat (13/2). Forum ini juga akan digelar secara daring dan dibagi ke dalam beberapa breakout room berdasarkan tema strategis.
• Ruang 1: Fokus pada sektor Perikanan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan.
• Ruang 2: Fokus pada infrastruktur (BPBD, PU, dan Perkim).
"Meskipun tahapan awal dilakukan daring untuk efisiensi, namun pada puncak Musrenbang Kabupaten di awal Maret nanti akan tetap dilaksanakan secara offline untuk menyelaraskan kembali usulan masyarakat secara langsung," jelas Izaak.
Selain perencanaan, Bapelitbangda juga baru saja menuntaskan Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakores) capaian kinerja OPD tahun 2025. Dengan menghadirkan narasumber Dr. Valentine Lumowa, evaluasi dilakukan melalui metode cascading untuk mengukur sejauh mana 7 misi kepala daerah diimplementasikan oleh setiap OPD.
"Secara garis besar, rata-rata capaian kinerja OPD berada di angka 90 persen. Sebagai tindak lanjut, kami akan menyusun list rencana aksi dan membuat Green Design lintas sektor," ungkapnya.
Langkah strategis lainnya adalah rencana kerja sama (MoU) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pendampingan ahli dari BRIN ini akan menyasar penyusunan:
1. Riparda untuk sektor Pariwisata.
2. LP2B untuk Dinas Pertanian.
3. RP3K untuk Dinas Perkim.
4. Serta rancangan induk (Masterplan) untuk sektor Perhubungan dan Pekerjaan Umum (PU).
"Kami ingin setiap pergantian jabatan di OPD tidak merubah arah pembangunan. Dengan green design yang matang, dasar perencanaan tetap kuat dan berkelanjutan," pungkas Ronald Izaak.
(OpMud)
Demikianlah Artikel Bapelitbangda Sangihe Dorong Digitalisasi: Musrenbang Daring Hemat Anggaran Ratusan Juta
Anda sekarang membaca artikel Bapelitbangda Sangihe Dorong Digitalisasi: Musrenbang Daring Hemat Anggaran Ratusan Juta dengan alamat link https://siindonews.blogspot.com/2026/02/bapelitbangda-sangihe-dorong.html
