Pangdam Pattimura Hadiri Acara Tradisi Baku Pukul Sapu

Pangdam Pattimura Hadiri Acara Tradisi Baku Pukul Sapu - Hallo sahabat Sindonews, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Pangdam Pattimura Hadiri Acara Tradisi Baku Pukul Sapu, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita Berita, Artikel Berita dini hari, Artikel Berita hangat, Artikel Berita harga, Artikel Berita hari ini, Artikel Berita islam, Artikel Berita jalanan, Artikel Berita kemarin, Artikel Berita malam ini, Artikel Berita politik, Artikel Berita terbaru, Artikel Berita war, Artikel ini Berita, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Pangdam Pattimura Hadiri Acara Tradisi Baku Pukul Sapu
link : Pangdam Pattimura Hadiri Acara Tradisi Baku Pukul Sapu

Baca juga


Pangdam Pattimura Hadiri Acara Tradisi Baku Pukul Sapu

BERITA MALUKU. Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Suko Pranoto didampingi sejumlah pejabat teras Kodam XVI/Pattimura turut menghadiri acara tradisi pukul sapu, yang diselenggarakan oleh Negeri Mamala dan Negeri Morella, dipusatkan di dua tempat yaitu di Stadion Mini Hatusela (Halaman Masjid Negeri Mamala) dan Stadion Baku Pukul Sapu Lidi Kapaha (Belakang Masjid Morella), Jumat (22/6/2018).

Setibanya di tempat transit yang telah disediakan panitia di perbatasan Negeri Mamala dan Morella, Pangdam beserta rombongan disambut oleh Raja Negeri Mamala dan Raja Negeri Morella, setelah itu melaksanakan Sholat Zhuhur di Masjid Al-Muhhin Negeri Mamala.

Siaarn pers Pendam XVI/Pattimua kepada media ini menyebutkan, bahwa berdasarkan sejarah, pukul manyapu merupakan salah satu atraksi wisata budaya di Negeri Mamala dan Negeri Morella, hanya diselenggarakan setahun sekali setiap tanggal 7 Syawal dalam penanggalan Islam
atau 7 hari setelah lebaran Hari Raya Idul Fitri.

Tradisi ini bermula ketika peperangan antara VOC melawan Kapitan Tulukabessy untuk mempertahankan Benteng Kapahaha. Dalam peperangan yang dimenangkan oleh VOC, Sang Kapitan berhasil meloloskan diri dari penangkapan. Walau berhasil lolos, banyak sekali pasukan Sang Kapitan yang ditawan untuk dijadikan Sandera VOC.

Demi membebaskan pasukannya, Sang Kapitan rela menyerahkan diri. Setelah menyerahkan diri, VOC menjatuhi hukuman gantung kepada Kapitan Tulukabessy. Untuk memperingati peristiwa tersebut, pasukan Kapitan Tulukabessy yang tersisa mengambil lidi enau dan saling mencambuk hingga tubuh mereka mengeluarkan darah. Inilah asal muasal kenapa tradisi Baku Pukul Menyapu diselenggarakan yang merupakan simbol perlawanan terhadap penjajahan dan kecintaan terhadap tanah air.

Sebelum dimulai, pukul manyapu biasanya akan dibuka dengan beberapa pertunjukan, seperti tarian, atraksi bambu gila, dan teaterikal perjuangan Kapitan Tulukabessy. Acara ditandai dengan masuknya peserta ke arena pertunjukan yang dipimpin oleh Ketua Adat  Desa Mamala dan Morella. Tradisi ini mengundang banyak perhatian wisatawan lokal maupun asing karena keunikan yang seru dan seram.

Ketika pertempuran selesai, pemuda kedua desa tersebut menggobati lukanya dengan menggunakan getah pohon jarak. Ada juga yang mengoleskan minyak nyualaing matetu (minyak tasala) dimana mujarab untuk mengobati patah tulang dan luka memar.

Tradisi Pukul Manyapu dipandang sebagai alat untuk mempererat tali persaudaraan masyarakat di Desa Mamala dan Desa Morella.

Turut hadir pada acara tersebut Plt Gubernur Maluku, Danlanud Pattimura, Wadanlantamal IX/Ambon, dan Bupati Maluku Tengah dan Danrem 151/Binaiya. 


Demikianlah Artikel Pangdam Pattimura Hadiri Acara Tradisi Baku Pukul Sapu

Sekianlah artikel Pangdam Pattimura Hadiri Acara Tradisi Baku Pukul Sapu kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Pangdam Pattimura Hadiri Acara Tradisi Baku Pukul Sapu dengan alamat link https://siindonews.blogspot.com/2018/06/pangdam-pattimura-hadiri-acara-tradisi.html

Related Posts :